Ukuran berat tubuh terhadap laju respirasi

Pada menit keenam cairan eosin bergerak menuju skala 0,90ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit keenam adalah 0,15ml. Beberapa faktor yang mempengaruhi laju konsumsi oksigen antara lain temperatur, spesies hewan, ukuran badan, dan aktivitas Tobin, Serangga umumnya mempunyai alat perrnafasan berupa trakea dan hewan invertebrata yang lain memiliki organ yang berbeda pula.

Makin tinggi daratan, makin rendah O2, sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup belalang.

Mempelajari proses pernapasan hewan. Pada menit kedua cairan eosin bergerak menuju skala 0,13ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit kedua adalah 0,07ml. Pada menit kelima cairan eosin bergerak menuju skala 0,27ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit kelima adalah 0,07ml.

Respirasi Pada Hewan (Serangga) dan Tumbuhan (Bunga)

Reaksi yang demikian ini disebut sebagai respirasi aerob. Pada menit ketiga cairan eosin bergerak menuju skala 0,39ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit ketiga adalah 0,16ml.

Dua sistem yang memasok oksigen dan membuang karbon dioksida adalah sistem kardioksikular dan sistem respirasitori. Sebaliknya, Semakin ringan berat serangga ukurannya kecil maka makin sedikit pula oksigen yang ia butuhkan sehingga semakin lambat pernapasannya. Alat ini terdiri atas syringe, manometer,tabung spesimen, dan tabung control Jafnir, Sebaliknya bila suhu menurun, tetes air cepat bergerak ke arah tabung spesimen.

Akan tetapi pada pengamatan, terjadi kesalahan sehingga hewan yang berukuran kecil memiliki laju respirasi yang rendah. Juangga Fariz F. Jadi konsumsi O2 pada 0,45 gram jangkrik jangkrik jantan dalam 10 menit adalah 0,23 ml. Hasil Pengamatan Adapun hasil pengamatan pada percobaan ini adalah sebagai berikut: Menetesi eosin pada ujung pipo respirometer dengan menggunkan pipet tetes secukupnya.

Jika kurang bersih dan tabung tertutup, maka akan terjadi respirometer tak dapat dibuka lagi, karena merekat oleh NaOH. Semakin berat suatu organisme, maka semakin banyak oksigen yang dibutuhkan dan semakin cepat proses respirasinya.

Akan tetapi, hasil praktikum menunjukkan bahwa belalang yang berukuran lebih besar pernafasannya lebih lambat daripada jangkrik yang aktif bergerak. Bahan Adapun bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu belalang Valanga sp besar, sedang, dan kecil, serta kecoak Periplaneta americanaKOH, larutan Eosin, dan Vaselin.

Makin tinggi daratan, makin rendah O2, sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup belalang. Pada menit kedua cairan eosin bergerak menuju skala 0,21ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit kedua adalah 0,13ml. Dalam percobaan ini diambil tiap 3 menit sekali dan jarak yang ditempuh oleh larutan eosin bergerak.

Laju metabolisme biasanya diperkirakan dengan mengukur banyaknya oksigen yang dikonsumsi makhluk hidup per satuan waktu. Penggunaan masing-masing cara didasarkan pada jenis hewan yang akan diukur laju konsumsi oksigennya. Pada percobaan ini, hubungan antara tabung dan bagian berskala ditutup rapat menggunakan plastisin.

Udara masuk dan keluar melalui stigma, yaitu lubang kecil yang terdapat di kanan-kiri tubuhnya. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untuk melakukan aktivitas kehidupan, seperti sintesis, gerak, pertumbuhan, dan bereproduksi.

Tipe dan umur tumbuhan. Lasinrang Aditia Nim:Berat badan hewan berpengaruh terhadap laju respirasi, semakin berat tubuh hewan semakin besar kebutuhan oksigennya, semakin besar kebutuhan oksigennya maka semakin cepat pula proses respirasinya. Begitupun sebaliknya semakin ringan berat tubuh suatu hewan, semakin kecil kebutuhan oksigennya.

Semakin kecil kebutuhan oksigennya maka semakin lambat pula proses respirasinya.

Respirasi adalah seluruh proses pengambilan O 2 untuk memecah senyawa-senyawa organik sehingga menghasilkan energi dan sisa berupa CO 2 dan H 2 festival-decazeville.comaran gas O 2 dan gas CO 2 berlangsung melalui proses difusi yang berlangsung di alat pernafasan.

ยท Mengetahui pengaruh berat serangga yaitu jangkrik terhadap laju respirasi. 3. Melihat faktor- faktor yang mempengaruhi jumlah kebutuhan oksigen pada hewan saat bernapas.

Bagaimana laju respirasi pada hewan? 2. Bagaimana pengaruh jumlah serangga (berat) terhadap laju respirasi? C.

Alat dan Bahan Alat Stopwatch Kapas Pipet Tetes Respirometer Kapas Pinset Bahan Jangkrik Kristal NaOH Plastisin Eosin D. Langkah Kerja 1. Membungkus keistal NaOH dengan kapas. 2. Memasukkan kapas ke dalam tabung respirometer. 3. Memasukkan seekor jangkrik ke dalam. Bagaimana laju respirasi pada hewan?

2. Bagaimana pengaruh jumlah serangga (berat) terhadap laju respirasi? C. Alat dan Bahan Alat Stopwatch Kapas Pipet Tetes Respirometer Kapas Pinset Bahan Jangkrik Kristal NaOH Plastisin Eosin D. Langkah Kerja 1. Membungkus keistal NaOH dengan kapas. 2. Memasukkan kapas ke dalam tabung respirometer.

3. Memasukkan seekor jangkrik ke dalam. Mengetahui pengaruh berat hewan (jangkrik) dan pada tumbuhan (kecambah) terhadap laju respirasi, 3. Mengetahui banyaknya gas oksigen yang dibutuhkan hewan (jangkrik) dan pada tumbuhan (kecambah) untuk festival-decazeville.com: Renaldy Rizki Ramadani.

Ukuran berat tubuh terhadap laju respirasi
Rated 5/5 based on 76 review